Padang Pariaman- beritaindonesia24jam.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman kembali mengeluarkan peringatan penting terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Peringatan tersebut tertuang dalam press release resmi bernomor e.B/ΜΕ.02.04/055/KPDG/XII/2025 yang dikeluarkan pada Rabu, 10 Desember 2025.
Press release ini diterbitkan dari kantor BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau yang berlokasi di Jl. Mr. H. St. Moh. Rasyid, Korong Talao Mundam, Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Dokumen tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, sebagai bentuk kewaspadaan dini sekaligus langkah mitigasi terhadap potensi dampak yang mungkin timbul.
Dalam pernyataannya, BMKG menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis terbaru, terdapat perkembangan signifikan pada dinamika atmosfer yang diproyeksikan meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Sumatera Barat pada periode 11 hingga 13 Desember 2025.
Salah satu faktor utama yang memicu potensi cuaca ekstrem ini adalah perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S yang terpantau berada di Samudra Hindia Barat Daya Sumatera Barat. Keberadaan bibit siklon tersebut menyebabkan konvergensi, yaitu pertemuan massa udara yang mendorong peningkatan awan konvektif di berbagai wilayah Sumbar.
Selain itu, BMKG juga mencatat adanya anomali suhu muka laut bernilai positif di kawasan pesisir barat Sumatera Barat. Kondisi ini menunjukkan adanya suplai uap air yang cukup tinggi ke atmosfer, disertai kelembapan relatif yang signifikan. Kombinasi faktor-faktor tersebut berpotensi besar memicu pembentukan awan hujan dalam jumlah banyak, yang kemudian meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem.
Dalam periode peringatan dini tersebut, BMKG menetapkan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat bahkan sangat lebat. Daerah-daerah yang berada dalam kategori risiko tinggi meliputi:
- Kepulauan Mentawai
- Kabupaten Pesisir Selatan
Kedua wilayah ini diperkirakan paling terdampak, mengingat letaknya yang berada langsung di pesisir barat dan berasosiasi dengan suplai uap air yang tinggi.
Sementara itu, wilayah lain yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, termasuk:
- Pasaman Barat
- Pasaman
- Agam
- Tanah Datar
- Padang Pariaman
- Kota Pariaman
- Kota Padang
- Kabupaten Solok
- Solok Selatan
- Sijunjung
- Dharmasraya
BMKG menekankan bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki potensi yang berbeda-beda terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan, mulai dari banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor, bergantung pada kerawanan geografis dan kondisi tanah di masing-masing daerah.
Dengan meningkatnya intensitas curah hujan, BMKG mengingatkan adanya kemungkinan munculnya bencana hidrometeorologi. Wilayah dengan kontur berbukit dan kondisi tanah labil diimbau untuk waspada terhadap potensi longsor, sementara daerah dataran rendah dan berada dekat aliran sungai diminta mengantisipasi peningkatan debit air yang dapat memicu banjir maupun banjir bandang.
BMKG juga meminta perhatian lebih dari otoritas daerah, pemerintah, relawan kebencanaan, serta masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, daerah rawan banjir, dan kawasan perbukitan untuk terus memantau informasi terbaru.
Melihat kondisi atmosfer yang dinamis dan potensi dampak yang cukup serius, BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau menyampaikan tiga imbauan penting kepada masyarakat Sumatera Barat:
Selalu waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berjalan aman dan lancar, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, wilayah pesisir, maupun daerah rawan bencana.
Memperbarui informasi cuaca secara real-time melalui kanal resmi BMKG, yaitu aplikasi InfoBMKG, website bmkg.go.id, serta media sosial @bmkgminangkabau, agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terbaru.
Selalu merujuk pada informasi resmi BMKG serta tidak mudah mempercayai kabar atau prediksi cuaca dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, guna menghindari kesalahpahaman dan potensi kepanikan di masyarakat.
Dengan adanya peringatan dini ini, BMKG berharap seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Langkah-langkah mitigasi dan kehati-hatian diharapkan mampu mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan, sehingga keselamatan masyarakat di seluruh Sumatera Barat tetap terjaga.
BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau menegaskan komitmennya untuk terus memberikan informasi cuaca terkini, akurat, dan dapat dipercaya sebagai bentuk pelayanan publik dan upaya perlindungan terhadap masyarakat.

