Kuala Lumpur- beritaindonesia24jam.com -, Pemerintah Malaysia secara resmi mengumumkan bahwa operasi pencarian bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 akan kembali dilanjutkan pada 30 Desember 2025. Keputusan penting ini disampaikan langsung oleh Kementerian Perhubungan Malaysia pada Rabu (3/12), menandai babak baru dalam upaya panjang mengungkap misteri hilangnya salah satu pesawat komersial paling dicari dalam sejarah dunia.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah menegaskan kembali komitmen untuk mencari kejelasan atas tragedi yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. “Pemerintah Malaysia ingin mengabarkan bahwa pencarian bangkai pesawat MH370 di laut dalam akan dilanjutkan pada 30 Desember 2025,” demikian kutipan pernyataan tersebut.
Pencarian akan melibatkan Ocean Infinity, perusahaan eksplorasi laut dalam berbasis di Amerika Serikat yang sebelumnya juga pernah memimpin operasi serupa. Perusahaan ini direncanakan akan menjalankan misi eksplorasi intensif selama 55 hari menggunakan teknologi robotik bawah laut generasi terbaru yang mampu menyisir kedalaman Samudra Hindia.
Kerja sama antara Pemerintah Malaysia dan Ocean Infinity sebenarnya telah disepakati sejak Maret 2025. Namun, upaya lanjutan tersebut sempat tertunda setelah Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke Siew Fook, pada April lalu menyampaikan bahwa kondisi laut yang tidak bersahabat di luar musim pencarian membuat operasi harus ditunda demi keamanan dan efektivitas penyisiran wilayah.
Dengan keputusan terbaru ini, Malaysia menegaskan kesiapan penuh untuk memaksimalkan setiap peluang yang ada demi menemukan lokasi pasti jatuhnya pesawat.
Pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang dari radar pada 8 Maret 2014 pada sekitar pukul 01.21 dini hari waktu setempat. Pesawat Boeing 777-200 itu sedang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing, membawa 227 penumpang dari berbagai negara serta 12 awak kabin. Tak lama setelah lepas landas, pesawat kehilangan kontak dan kemudian dinyatakan hilang.
Serangkaian penyelidikan internasional menyimpulkan bahwa MH370 kemungkinan besar jatuh di area terpencil Samudra Hindia bagian selatan. Namun, hingga kini, upaya pencarian intensif yang melibatkan berbagai negara termasuk Australia, Tiongkok, dan Amerika Serikat belum menghasilkan temuan bangkai utama pesawat. Hanya beberapa serpihan yang diduga milik MH370 yang ditemukan terdampar di pesisir Afrika Timur, tetapi belum cukup untuk menentukan lokasi kecelakaan secara pasti.
Kegagalan menemukan bangkai pesawat selama tiga tahun masa pencarian aktif membuat MH370 menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar dan paling membingungkan dalam sejarah modern.
Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa operasi terbaru ini bukan hanya upaya teknis semata, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kepada keluarga para penumpang dan awak pesawat yang hingga kini terus mencari jawaban. Banyak keluarga korban yang masih menyimpan harapan agar misteri ini dapat dituntaskan, sehingga ada kepastian mengenai nasib orang-orang terkasih yang berada dalam penerbangan tersebut.
“Kami berharap upaya pencarian yang akan dimulai kembali ini dapat membawa titik terang dan memberikan jawaban yang selama ini dinantikan,” tulis Kementerian Perhubungan Malaysia.
Dengan teknologi yang semakin maju dan pemetaan bawah laut yang lebih akurat, banyak pihak menilai bahwa pencarian tahap terbaru ini memiliki peluang lebih besar untuk menemukan bukti penting mengenai jatuhnya pesawat.
MH370 telah menjadi simbol betapa rapuhnya dunia penerbangan modern sekaligus memunculkan berbagai teori, spekulasi, dan diskusi global selama lebih dari 11 tahun. Dengan dimulainya kembali pencarian pada penghujung 2025, dunia kembali menaruh perhatian penuh pada upaya terbaru ini.
Apakah operasi ini akhirnya mampu menyingkap tabir misteri yang selama ini menutupi tragedi MH370? Semua mata akan tertuju pada Samudra Hindia ketika kapal penelitian Ocean Infinity mulai bergerak pada 30 Desember mendatang.