Deli Serdang-, beritaindonesia24jam.com -, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri TP 852/ABY yang berlokasi di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (13/2). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan langsung kepada prajurit sekaligus memastikan kesiapan operasional satuan di lapangan.
Kedatangan Menhan disambut dengan penuh semangat oleh jajaran komandan, perwira, serta seluruh prajurit batalyon. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat sejak awal kegiatan, mencerminkan kedekatan antara pimpinan dengan prajurit di garis depan.
Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa kekuatan utama Tentara Nasional Indonesia tidak hanya terletak pada alutsista, tetapi pada kualitas sumber daya manusia, khususnya semangat juang, karakter, serta integritas prajurit.
Ia mengingatkan bahwa prajurit TNI harus senantiasa menjaga kehormatan diri, satuan, dan institusi, karena kehormatan tersebut merupakan fondasi utama kepercayaan rakyat terhadap TNI. Loyalitas kepada bangsa dan negara, menurutnya, harus menjadi nilai yang tertanam kuat dalam setiap langkah pengabdian.
“Prajurit TNI harus memiliki semangat juang yang tinggi, karakter yang kokoh, serta integritas yang tidak tergoyahkan. Kekuatan kita ada pada kedisiplinan, loyalitas, dan pengabdian tanpa pamrih,” tegas Menhan dalam arahannya.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas, baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. Prajurit diminta untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga kesiapsiagaan, serta memperkuat soliditas antaranggota satuan.
Kunjungan kerja ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum pembinaan langsung kepada prajurit. Menhan berdialog dengan sejumlah personel untuk mendengar secara langsung kondisi di lapangan, mulai dari kebutuhan operasional hingga kesejahteraan prajurit.
Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan bahwa kebijakan pertahanan yang dirumuskan di tingkat pusat benar-benar selaras dengan kebutuhan riil satuan di daerah. Dengan komunikasi dua arah, diharapkan setiap tantangan yang dihadapi prajurit dapat segera direspons melalui langkah strategis.
Usai memberikan pengarahan, Menhan meninjau berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki Yonif TP 852/ABY. Peninjauan tersebut meliputi kesiapan fasilitas pendukung operasional, peralatan latihan, hingga kondisi lingkungan satuan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh unsur pendukung tugas prajurit berada dalam kondisi optimal. Kesiapan logistik dan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas pelaksanaan tugas serta meningkatkan kemampuan tempur satuan.
Menhan menegaskan bahwa dukungan terhadap satuan tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan sarana yang memadai agar prajurit dapat menjalankan tugas dengan maksimal.
Kehadiran Menhan di tengah prajurit memberikan dorongan moral yang signifikan. Prajurit merasa diperhatikan dan mendapatkan motivasi langsung dari pimpinan tertinggi di bidang pertahanan.
Kunjungan ini juga menjadi simbol penghargaan negara terhadap pengabdian prajurit yang setiap saat siap menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, peningkatan kesiapan operasional, serta penguatan nilai-nilai dasar keprajuritan, diharapkan Yonif TP 852/ABY semakin profesional, tangguh, dan siap menghadapi berbagai dinamika tugas ke depan.
Kunjungan kerja Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat postur pertahanan negara melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berintegritas tinggi. Prajurit yang kuat secara moral dan profesional diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional. (sumber: kementerian pertahanan RI)



