Trending

PC PMII Pekanbaru Desak Kapolda Riau Mundur, Soroti Rentetan Kekerasan hingga Kematian Gajah

 


Pekanbaru- beritaindonesia24jam.com -, berbagai peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polda Riau mulai dari kasus-kasus kekerasan yang menimbulkan korban jiwa, kerusuhan sosial di beberapa daerah, hingga persoalan matinya gajah yang menambah daftar panjang problem penegakan hukum dan perlindungan lingkungan PC PMII Kota Pekanbaru menilai bahwa situasi ini merupakan sinyal serius adanya persoalan mendasar dalam tata kelola keamanan dan pengawasan di Provinsi Riau.

Muhammad Arsyad menyampaikan bahwa rangkaian kejadian tersebut tidak bisa dipandang sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Menurutnya, banyaknya persoalan yang berulang menunjukkan lemahnya langkah pencegahan, minimnya antisipasi, serta belum maksimalnya implementasi kebijakan yang selama ini digaungkan, termasuk konsep Green Policing yang seharusnya mengedepankan pendekatan humanis, preventif, dan perlindungan lingkungan.

“Ketika konflik sosial terus terjadi, kekerasan berulang, dan bahkan persoalan lingkungan seperti kematian satwa dilindungi masih terjadi, maka publik berhak mempertanyakan efektivitas kepemimpinan di tingkat daerah. Jangan sampai slogan hanya menjadi hiasan tanpa dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Muhammad Arsyad.

Ia menilai bahwa akumulasi berbagai kasus tersebut telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum di daerah. Situasi ini, menurutnya, membutuhkan langkah besar dan evaluasi serius agar rasa aman masyarakat dapat dipulihkan.

Atas dasar itu, Muhammad Arsyad secara tegas menyatakan bahwa PC PMII Kota Pekanbaru mendesak Kapolda Riau untuk mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas berbagai persoalan yang terus terjadi di wilayah hukumnya. Selain itu, pihaknya juga mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Kapolri agar segera mencopot Kapolda Riau sebagai langkah konkret untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menghadirkan kepemimpinan baru yang mampu menjawab keresahan publik.

“Ini bukan serangan personal, tetapi bentuk kritik moral dari gerakan mahasiswa. Ketika situasi tidak kunjung membaik, maka pergantian kepemimpinan menjadi langkah yang wajar demi memulihkan kepercayaan masyarakat,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari komitmen gerakan mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, PC PMII Kota Pekanbaru menegaskan akan melaksanakan aksi penyampaian aspirasi di depan Mapolda Riau dalam waktu dekat. Aksi tersebut akan dilaksanakan secara damai, tertib, dan konstitusional dengan membawa tuntutan evaluasi total terhadap kepemimpinan serta penanganan berbagai persoalan keamanan dan lingkungan di wilayah Riau.

Muhammad Arsyad menutup pernyataannya dengan menyerukan agar seluruh elemen masyarakat tetap menjaga kondusivitas daerah, namun tidak berhenti untuk bersuara dan mengawal penegakan hukum yang transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Lebih baru Lebih lama