Pekanbaru- beritaindonesia24jam.com -, Suasana penuh khidmat dan kekhusyukan menyelimuti Masjid Nurul Jannah yang beralamat di Jalan Pias RT 04 RW 08, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, pada malam keempat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Sejak usai pelaksanaan salat Isya, jamaah mulai memadati masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah yang telah disusun oleh pengurus masjid, yakni tausiyah Ramadan 1447 Hijriah, salat tarawih, salat witir, serta pembacaan doa bersama.
Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan penceramah Ustaz H. Muclis, M.Pd, yang menyampaikan tausiyah dengan tema “Ikhlas”, sebuah tema yang dinilai sangat relevan dalam meningkatkan kualitas ibadah umat Islam selama bulan Ramadan.
Sejak waktu salat Isya tiba, masyarakat sekitar terlihat antusias datang ke Masjid Nurul Jannah. Jamaah yang terdiri dari orang tua, remaja, hingga anak-anak memenuhi saf demi saf dengan penuh ketertiban. Setelah salat Isya berjamaah dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan tausiyah yang disampaikan dengan bahasa yang ringan, menyejukkan, serta mudah dipahami.
Suasana masjid tampak tenang dan penuh perhatian. Para jamaah menyimak setiap pesan yang disampaikan, mencerminkan tingginya semangat masyarakat dalam menuntut ilmu agama selama Ramadan.
Dalam ceramahnya, Ustaz H. Muclis, M.Pd menekankan pentingnya keikhlasan dalam setiap amal ibadah. Ia menjelaskan bahwa ikhlas merupakan kunci diterimanya amal seseorang di hadapan Allah SWT.
“Ibadah yang dilakukan tanpa keikhlasan hanya akan menjadi rutinitas semata. Namun jika dilakukan dengan hati yang ikhlas, maka setiap langkah, setiap gerakan, bahkan setiap niat akan bernilai pahala di sisi Allah,” ujar beliau di hadapan jamaah.
Beliau juga mengingatkan bahwa keikhlasan tidak hanya diterapkan dalam ibadah mahdhah seperti salat dan puasa, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, seperti bekerja, membantu sesama, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat.
Tausiyah tersebut juga mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki niat, membersihkan hati dari riya, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Usai tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh imam menambah suasana khusyuk di dalam masjid. Jamaah mengikuti setiap rakaat dengan penuh ketenangan dan kekhidmatan.
Setelah salat tarawih, kegiatan ditutup dengan salat witir yang diikuti oleh seluruh jamaah. Momen ini menjadi puncak ibadah malam yang sarat dengan doa dan harapan agar diberikan keberkahan selama menjalankan ibadah puasa.
Rangkaian kegiatan malam keempat Ramadan tersebut ditutup dengan pembacaan doa bersama. Dalam doa yang dipanjatkan, jamaah memohon ampunan, keberkahan hidup, kesehatan, serta keselamatan bagi seluruh umat Islam, khususnya masyarakat sekitar Masjid Nurul Jannah.
Doa juga dipanjatkan agar umat Islam diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa hingga akhir Ramadan dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kebersamaan yang terjalin di masjid mencerminkan semangat ukhuwah Islamiyah yang semakin kuat selama bulan suci.
Pengurus Masjid Nurul Jannah menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung sepanjang Ramadan, sehingga masjid semakin makmur dan menjadi pusat pembinaan keagamaan bagi masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan tausiyah, salat tarawih, salat witir, serta doa bersama pada malam keempat Ramadan ini, Masjid Nurul Jannah kembali menunjukkan perannya sebagai tempat ibadah sekaligus pusat pembinaan spiritual yang memberikan manfaat besar bagi umat.
Ramadan pun menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menanamkan nilai keikhlasan dalam setiap amal, sebagaimana pesan yang disampaikan dalam tausiyah malam tersebut.
