BINJAI-beritaindonesia24jam.com-, Kota Binjai kembali menjadi sorotan setelah berbagai keluhan masyarakat terkait banjir, drainase buruk, serta kondisi infrastruktur yang memprihatinkan terus bermunculan. Ketua Umum Yayasan Bela Ibu Pertiwi Indonesia (BIP-I), ALAN PANE, S.Tr BD, SH, CPA, menyampaikan kekecewaan keras terhadap kinerja Walikota Binjai beserta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Binjai, yang dinilainya kurang peka terhadap persoalan masyarakat.
Menurut Alan Pane, berbagai persoalan mendasar yang menyentuh kehidupan rakyat seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah, bukan dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi nyata.
"Penderitaan masyarakat tidak boleh dianggap biasa. Jalan rusak, drainase buruk, banjir berulang, dan lambannya penanganan adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah harus lebih serius dan hadir untuk rakyat," tegasnya dalam pernyataan resmi yang diterima awak media, Sabtu (16/5/2026).
Alan Pane menilai bahwa banjir berulang, jalan rusak, serta sistem drainase yang buruk bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan lemahnya respons dan keseriusan pemerintah dalam menjalankan amanah rakyat. BIP-I memandang ketidakpekaan pemerintah terhadap kondisi ini dapat memicu hilangnya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan daerah.
Lebih lanjut, Ketua Umum BIP-I yang dikenal vokal itu mengeluarkan ultimatum keras kepada Walikota Binjai dan Dinas PUTR agar segera menyusun langkah konkret serta solusi cepat untuk mengatasi keluhan warga.
"Jabatan adalah amanah. Pemimpin daerah wajib hadir dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana atau janji. Masyarakat Binjai membutuhkan bukti kerja, bukan pembiaran," ujar Alan.
BIP-I menegaskan siap mengawal persoalan ini secara serius. Dalam waktu dekat, lembaga tersebut akan mempertanyakan langsung kepada pihak terkait mengenai langkah nyata yang telah maupun akan dilakukan.
"Kami tidak akan tinggal diam jika suara rakyat terus diabaikan. Sebagai lembaga sosial yang berpihak kepada masyarakat, BIP-I akan terus berdiri di garis depan memperjuangkan hak-hak warga Kota Binjai," tambahnya.
Melalui pernyataan keras ini, BIP-I berharap Pemerintah Kota Binjai segera berbenah dan menunjukkan kepedulian nyata terhadap kondisi masyarakat. Alan Pane menegaskan bahwa kemarahan pihaknya bukan tanpa alasan, melainkan bentuk kekecewaan atas lambannya respons terhadap persoalan yang menyangkut kesejahteraan rakyat.
BIP-I pun menyerukan agar seluruh pemangku kebijakan di Kota Binjai lebih peka, cepat bertindak, dan benar-benar bekerja demi kepentingan masyarakat luas.
Tentang BIP-I: Yayasan Bela Ibu Pertiwi Indonesia (BIP-I) adalah lembaga sosial yang fokus pada advokasi hak-hak masyarakat dan pengawasan pelayanan publik.
