Jakarta- beritaindonesia24jam.com -, Rabu (26/11/2025). PT Pertamina Patra Niaga kembali memperkuat komitmennya menjaga stabilitas energi nasional melalui penyaluran base fuel atau bahan bakar murni kepada jaringan SPBU BP-AKR. Pada tahap kedua ini, Pertamina menyalurkan 130 ribu barel (MB) base fuel kepada PT Aneka Petroindo Raya (APR) selaku pengelola SPBU BP.
“Pada penyaluran tahap kedua, PT APR menerima 130 MB. Total sejak Oktober, SPBU BP-AKR telah menyalurkan 230 MB,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya.
Penyaluran tahap kedua ini melanjutkan dukungan Pertamina pada Oktober 2025, ketika perusahaan menyalurkan 100 ribu barel base fuel sebagai respons atas arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadila. Pemerintah meminta Pertamina memastikan ketersediaan BBM bagi seluruh badan usaha (BU) swasta untuk menjaga keberlanjutan distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia.
Roberth menjelaskan bahwa sejak pemerintah menginstruksikan layanan Business-to-Business (B2B) ke BU swasta, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan total 330 MB BBM. Angka tersebut meliputi penyaluran kepada PT APR serta PT Vivo Energy Indonesia, memanfaatkan kargo impor yang dikelola Pertamina.
“Kami berusaha memastikan pasokan BBM lancar dan distribusi energi tetap stabil. Kerja sama dengan BU swasta menjadi bukti bahwa menjaga energi adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga terbuka untuk memperluas kerja sama B2B ke depan. Seluruh proses penyaluran dilakukan mengikuti prinsip Good Corporate Governance (GCG), termasuk penentuan kebutuhan berdasarkan permintaan badan usaha, proses tender yang terukur, survei lapangan bersama, serta mekanisme open book sebelum BBM diterima dan didistribusikan.
Menurut Roberth, BBM yang dikirimkan kepada PT APR telah memenuhi seluruh standar dan persyaratan teknis yang ditetapkan pemerintah. Hal ini merupakan bentuk kepatuhan Pertamina terhadap kebijakan pemerintah dan kewajiban menjaga kualitas energi yang disalurkan ke masyarakat.
Di sisi lain, pihak BP-AKR membenarkan penerimaan base fuel tahap kedua dari Pertamina Patra Niaga. Pasokan ini digunakan untuk memastikan kestabilan distribusi di lebih dari 70 jaringan SPBU BP yang beroperasi di Indonesia.
Presiden Direktur BP-AKR, Vanda Laura, menyampaikan apresiasi terhadap sinergi antara BU swasta dan Pertamina. Ia menegaskan bahwa pengadaan BBM BP 92 dilakukan melalui skema B2B yang mengikuti prinsip kehati-hatian dan transparansi.
“Pengadaan BBM BP 92 dilakukan melalui proses terukur, dengan memerhatikan tata kelola, kepatuhan, spesifikasi, kualitas, dan aspek komersial. Langkah ini memperkuat ketahanan pasokan nasional sekaligus memastikan energi tersedia bagi masyarakat,” tutur Vanda.
Upaya kolaboratif antara Pertamina dan BU swasta dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi, terutama di tengah kebutuhan BBM nasional yang terus meningkat. Pemerintah menekankan pentingnya distribusi yang merata, berkualitas, dan bebas hambatan demi mendukung mobilitas masyarakat serta kegiatan ekonomi di seluruh wilayah.
Dengan penyaluran tambahan ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan perannya sebagai tulang punggung distribusi energi nasional sekaligus mitra strategis bagi BU swasta dalam menjaga rantai suplai BBM yang berkelanjutan, aman, dan terukur.