Trending

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Posko Terpadu di Aceh: Pemerintah Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Cepat dan Tepat Sasaran


Aceh- beritaindonesia24jam.com -, Pemerintah terus menguatkan upaya penanganan bencana di Aceh yang dalam beberapa hari terakhir mengalami dampak signifikan akibat cuaca ekstrem. Pada Minggu (7/12), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan peninjauan langsung ke Posko Terpadu Penanganan Bencana, pusat koordinasi utama yang menangani distribusi bantuan, evakuasi, serta layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

Dalam agenda tersebut, Menhan hadir bersama Wakil Panglima TNI, yang turut memastikan bahwa seluruh unsur satuan TNI bergerak cepat dan terstruktur di lapangan. Kunjungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat saat bencana melanda.

Setibanya di lokasi, Menhan Sjafrie langsung memeriksa berbagai fasilitas dan kesiapan logistik di dalam Posko Terpadu. Berbagai jenis bantuan mulai dari paket sembako, perlengkapan anak, kebutuhan medis, tenda darurat, hingga logistik dapur umum ditata dengan sistem pendistribusian terkoordinasi.

Menhan menegaskan bahwa pemerintah memastikan seluruh bantuan yang disalurkan harus benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan, terutama mereka yang tinggal di wilayah terdampak paling parah.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap bantuan tiba ke tangan masyarakat secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan. Negara hadir untuk memberi rasa aman dan kepastian kepada masyarakat Aceh,” ujar Menhan dalam peninjauan tersebut.

Menurutnya, Posko Terpadu menjadi pusat kendali yang memadukan kerja pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga relawan untuk mengurangi potensi tumpang tindih data dan mempercepat proses distribusi.

Posko Terpadu Penanganan Bencana merupakan model kerja kolaborasi lintas lembaga yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara komprehensif. Di lokasi ini, ratusan personel bekerja setiap hari sejak dini hari hingga malam, mengatur ritme distribusi barang logistik sekaligus memberi pendampingan kepada warga.

Wakil Panglima TNI yang hadir mendampingi Menhan turut meninjau kesiapan prajurit di lapangan. Ia memeriksa kesiapan kendaraan taktis, transportasi logistik, hingga rencana penugasan pasukan tambahan apabila cuaca buruk kembali terjadi.

Kerja sama lintas sektor ini bertujuan memastikan warga Aceh mendapatkan pelayanan terbaik mulai dari fase tanggap darurat, pemulihan, hingga revitalisasi pascabencana.

Dalam kunjungannya, Menhan juga menyempatkan berbincang dengan sejumlah warga dan relawan. Banyak di antara mereka mengungkapkan rasa lega dan haru atas perhatian pemerintah pusat. Kehadiran Menhan dinilai memberikan energi baru dan menumbuhkan harapan di tengah suasana sulit.

Sjafrie menegaskan bahwa masyarakat Aceh tidak boleh merasa sendiri dalam situasi ini. Pemerintah, ujar Menhan, memiliki kewajiban moral untuk memastikan Aceh pulih sepenuhnya.

“Kami tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada upaya pemulihan. Kita ingin masyarakat Aceh tetap optimis bahwa kehidupan akan kembali normal, dan pemerintah akan selalu mendampingi,” tegasnya.



Kementerian Pertahanan bersama TNI telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung tahap pemulihan, meliputi:

  • Sembako ,
  • penyediaan fasilitas transportasi bantuan,
  • dukungan tenaga kesehatan,
  • pembangunan hunian sementara,
  • hingga penguatan sistem mitigasi bencana di Aceh.

Peninjauan Menhan di Aceh menjadi penegasan kembali bahwa pemerintah tidak hanya memantau dari jauh, tetapi turun langsung memastikan seluruh upaya di lapangan berjalan efektif. Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian hambatan logistik, memperkuat koordinasi, dan memastikan masyarakat terdampak menerima bantuan secara merata.

Dalam kesempatan itu, Menhan juga menyampaikan apresiasi kepada TNI–Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh masyarakat yang terus bekerja tanpa lelah demi membantu sesama.

Lebih baru Lebih lama