Aceh Tamiang- beritaindonesia24jam.com -, Di tengah sisa lumpur yang masih membekas dan ruang-ruang kelas yang terdampak bencana, kehadiran Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membawa harapan baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang. Beberapa waktu lalu, AHY secara langsung meninjau kondisi SMP Negeri 1 Karang Baru, sekolah yang terdampak bencana dan mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar-mengajar.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. AHY turun langsung menyusuri lingkungan sekolah, melihat kondisi ruang kelas, fasilitas belajar, serta sisa-sisa dampak bencana yang masih terasa. Di hadapan para guru, siswa, dan masyarakat sekitar, AHY mendengarkan cerita, keluh kesah, sekaligus harapan yang tersimpan di balik semangat mereka untuk bangkit.
Dalam suasana yang penuh keprihatinan namun sarat optimisme, AHY menegaskan bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak, tanpa harus kehilangan harapan akibat bencana alam yang datang tanpa diduga.
“Pemulihan infrastruktur pendidikan adalah bagian penting dari pemulihan kehidupan masyarakat. Sekolah bukan hanya bangunan fisik, tetapi ruang tumbuh, tempat harapan dan masa depan anak-anak kita dibentuk,” ungkap AHY di sela-sela peninjauan.
Para guru dan siswa SMP Negeri 1 Karang Baru menyambut kehadiran AHY dengan penuh antusias. Meski aktivitas belajar masih berjalan dengan keterbatasan, semangat untuk terus menuntut ilmu tetap terjaga. Beberapa ruang kelas tampak mengalami kerusakan, sementara sarana pendukung belajar belum sepenuhnya pulih. Namun, tekad untuk bangkit menjadi energi utama yang terpancar dari wajah para pendidik dan peserta didik.
AHY menyempatkan diri berdialog langsung dengan para guru, mendengar tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran pascabencana. Mulai dari keterbatasan ruang kelas, peralatan belajar yang rusak, hingga kondisi psikologis siswa yang masih membutuhkan pendampingan. Semua catatan tersebut, menurut AHY, menjadi dasar penting dalam menyusun langkah pemulihan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa pemulihan sekolah tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, yang harus dipulihkan adalah semangat belajar, rasa aman, serta kepercayaan diri anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Yang kita bangun bukan hanya tembok dan atap sekolah, tetapi juga rasa percaya diri, semangat belajar, dan keyakinan anak-anak bahwa masa depan mereka tetap terbuka luas,” tegasnya.
Sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan. Dengan kolaborasi yang kuat, proses rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia dan ketahanan infrastruktur dasar sebagai prioritas nasional. Pendidikan dipandang sebagai fondasi utama dalam menciptakan Indonesia yang kuat, tangguh, dan berdaya saing di masa depan.
“Sekolah harus kembali berfungsi sebagai ruang tumbuh yang aman dan layak, tempat mimpi dirawat dan harapan dipupuk. Anak-anak Aceh Tamiang harus kembali melangkah dengan keyakinan dan optimisme,” ujar AHY.
Kunjungan ini memberikan suntikan moral yang besar bagi masyarakat sekitar. Para orang tua siswa menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kondisi pendidikan pascabencana. Mereka berharap proses pemulihan dapat segera direalisasikan sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman.
Di akhir peninjauan, AHY kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengawal proses pemulihan infrastruktur pendidikan di wilayah terdampak bencana, termasuk di Aceh Tamiang. Ia berharap SMP Negeri 1 Karang Baru dapat segera pulih dan kembali menjadi pusat pembelajaran yang kondusif bagi generasi muda.
Kehadiran AHY di tengah sisa lumpur dan ruang kelas yang terdampak menjadi simbol nyata bahwa negara hadir dan tidak berpaling. Bahwa di balik setiap bangunan sekolah yang rusak, ada masa depan anak-anak bangsa yang harus dijaga. Dan bahwa dari ruang kelas yang pernah terendam, harapan baru akan kembali tumbuh, menguatkan langkah generasi penerus Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.(sumber: kemenkoinfrastruktur)


