Malang- beritaindonesia24jam.com -, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri acara akbar Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar dengan penuh kekhidmatan di Stadion Gajayana, Kota Malang. Kegiatan bersejarah ini dihadiri oleh para tokoh agama, kiai, dan ulama besar dari seluruh penjuru Indonesia, serta puluhan ribu warga Nahdliyin yang memadati stadion sejak pagi hari.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam momentum satu abad Nahdlatul Ulama ini menjadi simbol kuat kedekatan negara dengan ulama serta penghormatan pemerintah terhadap peran besar NU dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Mujahadah Kubro ini bukan sekadar peringatan usia, melainkan juga menjadi refleksi spiritual dan kebangsaan atas kontribusi panjang NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormat dan kebahagiaannya dapat hadir di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ia menyebut kehadirannya dalam Mujahadah Kubro 1 Abad NU sebagai sebuah kehormatan yang sangat istimewa dan penuh makna.
“Sebuah kehormatan yang diberikan kepada saya untuk bisa hadir di tengah-tengah saudara-saudari sekalian, di acara yang sangat istimewa dan sangat mulia ini. Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa,” ujar Presiden Prabowo disambut tepuk tangan dan lantunan shalawat dari para jemaah.
Presiden Prabowo menuturkan bahwa setiap kali dirinya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, ia selalu merasakan kebahagiaan dan semangat yang berbeda. Menurutnya, NU memiliki energi kesejukan dan ketulusan yang mampu menyentuh hati siapa pun yang hadir di dalamnya.
“Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu merasa bahagia dan bersemangat. Saya merasakan kesejukan, saya merasakan getaran hati dari saudara-saudari sekalian,” ungkapnya dengan penuh kehangatan.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa 100 tahun kiprah pengabdian Nahdlatul Ulama telah menjadi bukti nyata bahwa NU merupakan pilar utama kebesaran bangsa Indonesia. Sejak berdiri hingga kini, NU konsisten mengambil peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, persatuan nasional, serta stabilitas sosial dan politik di tanah air.
“Seratus tahun perjalanan NU telah membuktikan bahwa Nahdlatul Ulama sungguh-sungguh adalah pilar kebesaran bangsa Indonesia. Setiap kali negara berada dalam keadaan bahaya, NU selalu tampil untuk menyelamatkan, memberi contoh, dan menjaga persatuan,” tegas Presiden.
Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa sejarah bangsa Indonesia memberikan pelajaran penting tentang arti persatuan dan kerukunan. Ia menegaskan bahwa tidak ada bangsa yang bisa menjadi kuat dan maju apabila para pemimpinnya tidak rukun dan tidak mampu bersatu demi kepentingan rakyat.
“Sejarah mengajarkan kepada kita semua, tidak ada bangsa yang kuat dan tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh makna.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada para kiai, ulama, dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama atas peran besarnya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Republik Indonesia. Kontribusi NU, menurutnya, tidak hanya dirasakan di tingkat nasional, tetapi juga hingga ke akar rumput melalui pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan umat.
“Sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada para kiai, para ulama, dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama atas perannya yang sangat besar dalam menjaga perdamaian dan stabilitas Republik Indonesia,” ucap Presiden Prabowo.
Mujahadah Kubro 1 Abad NU berlangsung dengan suasana yang sangat khidmat. Lantunan doa, zikir, dan shalawat menggema di seluruh Stadion Gajayana, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam dan menyentuh. Para jemaah tampak larut dalam doa bersama, memohon keberkahan bagi Nahdlatul Ulama serta keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama. Ia berharap NU terus memperkuat perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menyejahterakan umat, menyatukan perbedaan, serta menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Selamat 1 Abad Nahdlatul Ulama. Semoga NU semakin besar kiprahnya dalam mencerdaskan, menyejahterakan, menyatukan, dan menjaga kedamaian dalam kehidupan bangsa Indonesia,” pungkas Presiden.
Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama melalui Mujahadah Kubro ini menjadi penegasan bahwa NU akan terus menjadi penyangga utama persatuan bangsa, mitra strategis negara, serta penjaga nilai-nilai keislaman yang damai dan menyejukkan. Dengan spirit satu abad pengabdian, NU diharapkan terus melangkah maju bersama bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.

