Yogyakarta- beritaindonesia24jam.com -, Komitmen memperkuat kerja sama pertahanan udara regional kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Initial Planning Conference (IPC) Latihan Bersama (Latma) Elang Malindo 2026 antara TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM). Kegiatan perencanaan awal ini dilaksanakan di Yogyakarta, pada Senin (2/2/2025), sebagai langkah strategis dalam mematangkan seluruh aspek latihan bersama yang akan digelar pada tahun 2026 mendatang.
IPC ini menjadi forum penting bagi kedua angkatan udara untuk menyelaraskan konsep, tujuan, serta mekanisme pelaksanaan latihan secara komprehensif. Kegiatan dipimpin langsung oleh Komandan Wing Udara 3.3 Grup 3 Tempur, Kolonel Pnb Ignatius Widi Nugroho, S.T., M.M.D.S., dan dihadiri oleh delegasi serta perwakilan dari TNI AU dan TUDM. Kehadiran unsur pimpinan, perencana operasi, hingga staf pendukung mencerminkan keseriusan kedua negara dalam menyiapkan latihan bersama yang berkualitas, aman, dan berdampak strategis.
Dalam forum IPC tersebut, berbagai aspek krusial dibahas secara mendalam. Mulai dari penyamaan persepsi terhadap konsep latihan, perumusan tujuan strategis dan taktis, penyusunan skenario operasi udara, hingga pengaturan mekanisme pelaksanaan latihan yang efektif dan realistis. Tidak hanya itu, aspek keselamatan terbang dan kerja, dukungan logistik dan operasional, serta koordinasi lintas satuan juga menjadi perhatian utama dalam perencanaan awal ini.
Latma Elang Malindo 2026 merupakan edisi ke-30 dari latihan bersama yang telah lama menjadi simbol eratnya hubungan bilateral antara TNI AU dan TUDM. Konsistensi penyelenggaraan latihan ini mencerminkan kepercayaan, saling pengertian, serta komitmen berkelanjutan kedua negara dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan udara regional.
Pada Latma Elang Malindo 2026, kedua angkatan udara sepakat melibatkan satuan-satuan tempur strategis, yakni Skadron Udara 11 TNI AU dan Skadron 12 TUDM, yang sama-sama mengoperasikan pesawat tempur Sukhoi. Keterlibatan skadron pengoperasi alutsista sejenis ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas latihan, khususnya dalam aspek interoperabilitas, kesamaan taktik, serta koordinasi operasi udara gabungan.
Melalui IPC ini, TNI AU dan TUDM menegaskan komitmen bersama untuk terus meningkatkan interoperabilitas antar personel dan satuan, memperkuat profesionalisme prajurit, serta meningkatkan kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di masa depan. Latihan bersama ini juga menjadi wahana pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan prosedur operasi standar, yang sangat bernilai dalam membangun kekuatan udara yang adaptif dan modern.
Selain aspek teknis dan operasional, Latma Elang Malindo juga memiliki dimensi diplomasi pertahanan yang kuat. Melalui interaksi intensif antar personel, latihan ini mempererat hubungan persahabatan, memperkuat kepercayaan, serta membangun komunikasi yang efektif antara dua angkatan udara sahabat. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi stabilitas keamanan kawasan Asia Tenggara.
Dalam suasana diskusi yang konstruktif dan penuh semangat kebersamaan, kedua delegasi sepakat bahwa perencanaan yang matang merupakan kunci keberhasilan latihan. Oleh karena itu, IPC ini menjadi fondasi awal yang sangat penting sebelum memasuki tahapan Mid Planning Conference (MPC) dan Final Planning Conference (FPC) pada fase berikutnya.
Penyelenggaraan IPC Latma Elang Malindo 2026 di Yogyakarta juga menjadi simbol keterbukaan dan profesionalisme TNI AU sebagai tuan rumah, sekaligus mencerminkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam mendukung kegiatan kerja sama internasional di bidang pertahanan udara.
Dengan semangat kerja sama yang terus terjaga selama tiga dekade, TNI Angkatan Udara dan Tentera Udara Diraja Malaysia optimistis bahwa Latma Elang Malindo 2026 akan terlaksana dengan sukses dan memberikan manfaat strategis bagi kedua angkatan udara. Latihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan tempur dan interoperabilitas, tetapi juga memperkokoh persahabatan dan kemitraan bilateral yang telah terjalin erat.
Sebagai bagian dari komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara, TNI Angkatan Udara terus meneguhkan perannya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah udara nasional, sekaligus berkontribusi aktif dalam kerja sama pertahanan regional dan internasional.(sumber: TNIAU)
“TNI Angkatan Udara – Jauh di Langit, Dekat di Hati.”

