Trending

Malam Penuh Makna di Restoran Koki Sunda: Alan Pane (Ketua Umum Jaga Riau), Dodi (Wakil Ketua Umum I Jaga Riau), Ogik Saputra (Ketua GMNI), M. Arsyad (Ketua PMII), Agustrianto Sitompul (Ketua GMKI), Benedict Bonaventura Tarigan (Ketua PMKRI), dan Raihan (HMI) Santap Malam Bareng Kolonel Inf Deki Rayusyah Putra (Asintel Kodam Tuanku Tambusai Riau) serta Letkol Rendi, Pererat Silaturahmi Lintas Elemen

 


PEKANBARU-beritaindonesia24jam.com-, selasa 06 mai 2026 ,Nuansa hangat penuh persaudaraan mewarnai malam di salah satu restoran khas Sunda ternama, Koki Sunda, yang berlokasi di Jalan Sudirman, Pekanbaru, pada Selasa malam. Suasana restoran yang biasanya dipadati pecinta kuliner nasi liwet dan pepes ikan mas itu, malam itu menjadi saksi bisu sebuah pertemuan lintas generasi dan organisasi. Bukan sekadar makan malam biasa, pertemuan ini sarat dengan pesan strategis bagi masa depan Riau dari perspektif kebangsaan dan keamanan.

Acara santap malam yang berlangsung dari pukul 19.30 WIB hingga hampir pukul 22.00 WIB itu mempertemukan dua tokoh penting dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai yaitu Kolonel Inf Deki Rayusyah Putra selaku Asisten Intelijen (Asintel) Kodam XIX/Tuanku Tambusai (yang meliputi wilayah Riau dan Kepri), serta Letkol Rendi yang juga merupakan perwira menengah di jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Di sisi lain, hadir pula jajaran Cipayung Plus pimpinan gabungan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan beserta  yang selama ini menjadi tulang punggung gerakan sipil di Riau.

Dihadiri oleh Alan Pane yang  menjabat sebagai Ketua Umum organisasi kemasyarakatan Jaga Riau, dan didampingi Dodi selaku Wakil Ketua Umum I Jaga Riau, rombongan pemuda dan mahasiswa itu datang dengan semangat silaturahmi yang baru. Kehadiran mereka semakin lengkap dengan unsur organisasi  jajaran Cipayung Plus pimpinan gabungan  intrakampus dan ekstrakampus. Dari ranah nasionalis, hadir Ogik Saputra Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia  (GMNI), M. Arsyad Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Agustrianto Sitompul Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia  (GMKI), serta Benedict Bonaventura Tarigan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia  (PMKRI). Tak ketinggalan, Raihan yang mewakili Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga turut memeriahkan diskusi malam itu.

Di balik aroma sedap gurame goreng, sambal terasi, dan lalapan yang tersaji, percakapan yang mengalir ternyata jauh lebih berat dari sekadar basa-basi. Dalam rilis tertulis yang disampaikan kepada awak media keesokan harinya, Alan PanE mengungkapkan bahwa pertemuan ini merupakan inisiatif pribadi untuk menjaga komunikasi yang sehat antara elemen sipil dan aparat.

"Kami dari Jaga Riau bersama teman-teman GMNI, PMII, GMKI, PMKRI, dan HMI sengaja ingin bersilaturahmi secara informal dengan Pak Kolonel Deki dan Pak Letkol Rendi. Ini penting, karena seringkali terjadi gap komunikasi antara dunia mahasiswa dan intelijen. Malam ini kami buktikan bahwa kita bisa duduk bersama, makan bersama, dan berbicara tentang Riau secara jernih," ujar Alan PanE sambil menyantap hidangan penutup.

Menyambut hangat inisiatif tersebut, Kolonel Inf Deki Rayusyah Putra menyampaikan apresiasinya. Dalam suasana santai namun penuh makna, ia menekankan bahwa fungsi kewilayahan dan intelijen saat ini tidak lagi kaku seperti bayangan banyak orang.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan silaturahmi seperti ini. Sebagai Asintel Kodam, tugas kami bukan hanya mengamati, tapi juga membina hubungan baik dengan semua komponen masyarakat, termasuk mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Terima kasih kepada Mas Alan Pane, Mas Dodi, Ogik Saputra, M Arsyad, Agustrianto Sitompul, Benediktus, dan Raihan. Makan malam di Koki Sunda ini menjadi bukti bahwa perbedaan cara pandang tidak harus menjadi musuh, justru bisa menjadi energi untuk membangun Riau yang lebih aman dan kondusif," tegas Kolonel Deki di sela-sela acara.

Letkol Rendi menambahkan bahwa kolaborasi seperti ini diharapkan terus berlanjut. "Jangan sampai ada kecurigaan berlebihan antara mahasiswa dan aparat. Mari kita jaga Riau bersama. Jika ada informasi atau hal-hal yang perlu diklarifikasi, silakan datang kepada kami. Ini adalah pintu yang selalu terbuka," ujarnya.

Ogik Saputra (Ketua GMNI) mengaku senang karena pertemuan ini membuka ruang dialog yang selama ini jarang terjadi. "Kami terbiasa kritis, dan kritik itu akan lebih membangun jika disampaikan secara langsung dalam forum yang baik seperti ini."

M. Arsyad (Ketua PMII) menyoroti pentingnya menjaga stabilitas Riau pasca dinamika politik nasional. "Dengan silaturahmi seperti ini, kita saling memahami batas-batas gerak. PMII siap menjadi mitra strategis untuk menjaga kedamaian."

Agustrianto Sitompul (Ketua GMKI) menekankan aspek kebinekaan. "Makan malam ini adalah miniatur Indonesia. Duduk bersama di meja yang sama antara perwira dan aktivis menunjukkan bahwa Riau adalah rumah bagi semua."

Benedict Bonaventura Tarigan (Ketua PMKRI) mengusulkan agar pertemuan serupa dilakukan secara rutin, bahkan bisa melibatkan elemen masyarakat yang lebih luas lagi. "Jangan hanya saat ada masalah baru kita bertemu. Silaturahmi ini harus menjadi budaya."

Sementara itu, Raihan (perwakilan HMI) dalam kesempatan itu menyampaikan harapannya agar sinergitas yang terbangun malam itu bisa ditindaklanjuti dengan program-program nyata, terutama terkait pencegahan radikalisme dan hoaks di kalangan mahasiswa.

Meskipun berlangsung dalam nuansa santai dan penuh canda tawa, pertemuan makan malam di Restoran Koki Sunda itu setidaknya menghasilkan beberapa poin kesepahaman (gentlemen agreement) antara para pimpinan organisasi dengan jajaran Asintel Kodam XIX/Tuanku Tambusai, di antaranya:

  1. Pembentukan forum komunikasi tidak resmi antara perwakilan Ormas kepemudaan/kemahasiswaan dengan Kodam XIX/Tuanku Tambusai untuk bertukar pikriran dan diskusi tentang stabilitas wilayah.

  2. Komitmen bersama untuk menolak segala bentuk provokasi dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan di Riau, terutama di tahun politik menjelang pilkada serentak.

  3. Rencana kegiatan kolaboratif, seperti bakti sosial gabungan atau diskusi kebangsaan terbuka yang melibatkan generasi muda.

Acara pun ditutup dengan sesi foto bersama di depan pintu masuk Restoran Koki Sunda. Dengan latar lampu jalan yang mulai meredup, para perwira dan aktivis itu salat berjabat tangan hangat.

“Ini baru namanya kepemimpinan yang mendengar,” ujar Dodi, Wakil Ketua Umum I Jaga Riau, mengakhiri perbincangan. “Kami tidak anti-kritik, dan Bapak-bapak TNI juga tidak alergi terhadap kritik. Makan malam ini adalah awal dari babak baru hubungan sipil-militer di Riau.”

Lebih baru Lebih lama