Pekanbaru-beritaindonesia24jam.com-, 16 Juni 2026, Sebuah langkah nyata dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa kembali terukir di Provinsi Riau. Yayasan Jaga Riau dan Partai Indonesia Raya (PIRA) bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Riau secara resmi menjalin kolaborasi strategis untuk membantu anak-anak putus sekolah di seluruh wilayah Riau agar dapat kembali mengenyam pendidikan dan mendapatkan ijazah resmi melalui program pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Kesepakatan kolaborasi ini dituangkan dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Sekretariat Jaga Riau yang beralamat di Jalan Mulya Sari, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, pada Selasa (16/6/2026). Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dari kedua organisasi, menandai komitmen bersama dalam mengatasi persoalan pendidikan yang masih menjadi tantangan serius di Bumi Lancang Kuning.
Acara silaturahmi dan perumusan program kolaborasi ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD PIRA Provinsi Riau Yusnita Harahap, yang didampingi oleh jajaran pengurus DPD PIRA. Dari pihak Yayasan Jaga Riau, turut hadir Wakil Ketua Umum Jaga Riau Dodi Putra S.I.Kom., beserta jajaran pengurus lainnya. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan tekad kuat kedua belah pihak untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat Riau, khususnya di sektor pendidikan.
Ketua DPD PIRA Provinsi Riau Yusnita Harahap, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Partai PIRA untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi atas permasalahan nyata yang dihadapi oleh generasi muda Riau.
"Pendidikan adalah kunci masa depan. Kami di DPD PIRA Provinsi Riau tidak ingin tinggal diam melihat masih banyaknya anak-anak kita yang terpaksa putus sekolah karena berbagai keterbatasan. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Jaga Riau ini, kami ingin membuka jalan bagi mereka untuk mendapatkan hak mereka, yaitu pendidikan dan ijazah yang menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik," ujar Yusnita Harahap dengan penuh haru.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum Jaga Riau, Dodi Putra, S.I.Kom., menegaskan bahwa Yayasan Jaga Riau yang selama ini telah aktif bergerak di bidang pendidikan, sosial, agama, dan budaya, melihat kolaborasi ini sebagai penguatan program-program yang telah berjalan.
"Jaga Riau sejak awal berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat Riau. Kami telah membantu banyak anak untuk kembali bersekolah. Kini, dengan menggandeng DPD PIRA Provinsi Riau, kami optimistis jangkauan program ini akan semakin luas dan lebih banyak anak-anak Riau yang bisa kami bantu untuk mendapatkan ijazah melalui program pemerintah," tegas Dodi Putra.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah mengidentifikasi dan mendata anak-anak usia sekolah di Provinsi Riau yang terpaksa putus sekolah, kemudian memfasilitasi mereka untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan oleh pemerintah, yaitu Program Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).
Program kesetaraan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat yang tidak sempat menuntaskan pendidikan formalnya. Melalui program ini, peserta didik dapat memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan yang setara dengan pendidikan formal, serta yang terpenting, mendapatkan ijazah yang diakui secara sah.
Yusnita Harahap menjelaskan bahwa pihaknya akan mengerahkan seluruh struktur DPD PIRA yang tersebar di kabupaten dan kota se-Provinsi Riau untuk melakukan pendataan dan sosialisasi.
"Kami akan turun ke lapangan, menjangkau desa-desa dan kecamatan, untuk menemukan anak-anak yang membutuhkan. Kami tidak akan membiarkan mereka terpinggirkan hanya karena masalah biaya atau akses," tambahnya.
Sementara itu, Dodi Putra menyampaikan bahwa Yayasan Jaga Riau akan menyiapkan pendampingan belajar serta dukungan moril dan materil bagi anak-anak yang akan mengikuti program kesetaraan tersebut.
"Kami tidak hanya membantu mereka mendaftar, tetapi juga mendampingi mereka selama proses belajar hingga mereka benar-benar meraih ijazah. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga benar-benar menguasai ilmu yang bermanfaat," jelas Dodi Putra.
Kolaborasi ini muncul di tengah kesadaran akan masih tingginya angka putus sekolah di Provinsi Riau. Berbagai data menunjukkan bahwa masih banyak anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikannya karena faktor ekonomi, akses, atau kondisi sosial lainnya. Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan telah berupaya keras untuk mengatasi persoalan ini, salah satunya dengan melarang sekolah menahan ijazah siswa dan menggandeng berbagai pihak untuk membantu melunasi tunggakan siswa kurang mampu.
Namun, upaya pemerintah tentu membutuhkan dukungan dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara Yayasan Jaga Riau dan DPD PIRA Provinsi Riau ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara organisasi masyarakat dan partai politik dapat menghasilkan program-program yang bermanfaat bagi kepentingan publik.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut, kedua belah pihak menyepakati sejumlah langkah konkret yang akan segera direalisasikan:
1. Pendataan dan Pemetaan: Membentuk tim gabungan untuk melakukan pendataan anak-anak putus sekolah di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau.
2. Sosialisasi: Menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan dan keberadaan program kesetaraan kepada masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil.
3. Fasilitasi Pendaftaran: Membantu anak-anak yang telah terdata untuk mendaftar dan mengikuti ujian kesetaraan Paket A, B, dan C melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang bermitra dengan pemerintah.
4. Pendampingan Belajar: Menyediakan tutor dan tempat belajar bagi anak-anak yang membutuhkan bimbingan tambahan.
5. Dukungan Logistik: Memberikan bantuan berupa alat tulis, seragam, dan biaya transportasi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kolaborasi ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan. Tokoh masyarakat dan pegiat pendidikan di Riau menilai bahwa langkah ini merupakan terobosan yang patut dicontoh oleh organisasi lainnya.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif Jaga Riau dan DPD PIRA Provinsi Riau. Ini adalah contoh nyata bagaimana kita semua bisa bersatu padu untuk memajukan pendidikan di Riau. Semoga program ini berjalan lancar dan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi anak-anak kita," ujar salah seorang tokoh pendidikan yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dodi Putra S.I.Kom dan Yusnita Harahap sepakat bahwa kolaborasi ini akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya. Mereka berharap program ini dapat menjadi gerakan kolektif yang melibatkan lebih banyak pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat umum.
"Kami mengajak seluruh komponen masyarakat Riau untuk bergandengan tangan. Mari kita wujudkan Riau yang cerdas dan berdaya saing. Setiap anak adalah investasi masa depan bangsa, dan kita tidak boleh kehilangan satu pun dari mereka," pungkas Yusnita Harahap mengakhiri pertemuan.
Dengan kolaborasi ini, harapan baru bagi anak-anak putus sekolah di Riau pun kembali bersinar. Mereka kini memiliki kesempatan untuk meraih mimpi dan membangun masa depan yang lebih cerah melalui pintu pendidikan.

