Jawa Tengah- beritaindonesia24jam.com - Kabupaten Tegal kembali diuji oleh bencana alam. Pergerakan tanah yang terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Di tengah situasi darurat tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turun langsung ke lapangan untuk memastikan negara hadir dan melindungi warganya.
Pada Jumat (06/02/2026), Wapres Gibran meninjau langsung lokasi terdampak bencana sekaligus menyambangi para pengungsi yang kini ditampung di sejumlah posko darurat. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu menjadi suntikan semangat tersendiri bagi warga yang tengah diliputi kecemasan akibat kondisi tanah yang terus bergerak dan belum menunjukkan tanda-tanda stabil.
Dalam dialognya bersama warga, Wapres menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia secara tegas meminta warga untuk tidak memaksakan diri kembali ke rumah masing-masing, meskipun rasa rindu terhadap tempat tinggal dan harta benda sulit dibendung. Menurutnya, kondisi tanah di wilayah tersebut masih sangat labil dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.
“Keselamatan warga adalah yang paling utama. Jangan kembali ke rumah dulu sebelum benar-benar dinyatakan aman oleh tim ahli,” tegas Wapres di hadapan warga dan jajaran pemerintah daerah.
Wapres juga memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan yang terdampak bencana. Ia meminta agar kebutuhan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta penyandang disabilitas dipastikan terpenuhi secara layak selama berada di pengungsian. Tidak hanya sebatas logistik makanan, Wapres menekankan pentingnya layanan kesehatan yang optimal, termasuk ketersediaan tim medis dan obat-obatan selama 24 jam penuh.
“Kesehatan warga harus dijaga. Pastikan ada dokter, tenaga medis, dan obat-obatan yang cukup di posko. Jangan sampai ada yang terabaikan,” ujar Wapres.
Selain aspek keselamatan dan kesehatan, Wapres Gibran juga menaruh perhatian serius pada persoalan administratif yang kerap muncul pascabencana. Ia memberikan jaminan kepada warga yang kehilangan dokumen penting seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, maupun Kartu Keluarga (KK) akibat bencana tanah bergerak tersebut. Wapres menginstruksikan kementerian dan instansi terkait agar proses penerbitan dokumen pengganti dapat dilakukan dengan cepat, mudah, dan tanpa membebani warga.
“Dokumen yang hilang akan kita bantu urus. Jangan khawatir, negara hadir untuk memastikan hak-hak warga tetap terlindungi,” katanya menenangkan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang turut mendampingi Wapres menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota telah menyiapkan langkah jangka menengah hingga panjang bagi warga terdampak. Salah satunya adalah rencana relokasi ke kawasan yang lebih aman dan jauh dari potensi bencana serupa.
“Pemerintah daerah memastikan warga yang saat ini mengungsi akan direlokasi ke tempat yang lebih aman. Hunian sudah kami siapkan dan akan disesuaikan dengan kebutuhan warga,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi.
Di sisi lain, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa dampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari tergolong cukup besar. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 464 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari retak-retak hingga tidak layak huni. Akibatnya, sebanyak 2.426 jiwa terpaksa mengungsi dan saat ini tersebar di empat posko utama yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Ischak menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyusun rencana relokasi permanen dengan memanfaatkan lahan milik Perhutani yang dinilai memiliki struktur tanah lebih stabil dan aman untuk dijadikan kawasan hunian baru bagi warga terdampak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Perhutani. Lahan tersebut dinilai aman dan akan menjadi lokasi relokasi bagi warga. Ini solusi jangka panjang agar masyarakat tidak lagi hidup dalam bayang-bayang bencana,” jelasnya.
Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke lokasi bencana tanah bergerak di Tegal menjadi simbol kuat kehadiran negara di tengah krisis. Lebih dari sekadar peninjauan, kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk bersinergi, memastikan keselamatan warga, serta menghadirkan solusi nyata bagi pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
Di tengah duka dan ketidakpastian, harapan pun kembali tumbuh bahwa dengan perhatian serius dan langkah cepat pemerintah, warga Desa Padasari dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka di tempat yang lebih aman dan layak.(sumber: bpmi setwapres)

