Trending

13th ASEAN Paragames Thailand 2026, Suparniati Atlet difabel Indonesia Asal Kuansing Berhasil Sabet Medali Emas Nomor Tolak Peluru



KUANTAN SINGINGI- beritaindonesia24jam.com - Di balik gemerlap podium  13th ASEAN Paragames Nakhon Ratchasima  (Korat) Thailand tahun 2026,   ada kisah sunyi dari tanah kampung yang jarang terdengar, Suparniati  (33), wanita  asal Beringin Jaya , Kecamatan Sentajo Raya berdiri tegak dengan medali emas di lehernya  nomor Tolak Peluru T20 Event ini, mengambil  tema  "Create  Pride Together"  mempertandingkan lebih dari 20 cabang pertandingan,  menonjolkan semangat solidaritas dan inklusi. 13th ASEAN  Paragames itu diadakan di  Nakhon Ratchasima (Korat), Thailand,  berlangsung selama enam hari sejak  20–26 Januari 2026. 

Diketahui, kontingen Indonesia menurunkan  290 Atlet, termasuk Atlet Asal Kuansing  Suparniati yang berkesempatan ikut  mewakili  Indonesia pada even bergengsi tersebut. Even 13th ASEAN Paragames diketahui mengusung tema maskot  Nong Jai Kaeng (kucing Korat) yang melambangkan tekad dan persatuan. Fokus even ini  di ketahui menghadirkan Green Games dan mempromosikan kesetaraan dalam olahraga. 

Ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa,  lahir dari perjuangan panjang,  hidup yang serba terbatas. Suparniati  tumbuh di sebuah desa kecil di Kabupaten Kuantan Singingi. Sejak dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP)  Suparniati sudah mengasah bakatnya di bidang olah raga ini. Setiap pagi, ia menyaksikan ayahnya almarhum Asmareja .dan  Ibu wagiah  sebagai seorang petani di desanya. 

Anak bungsu  dari delapan bersaudara  ini turun di nomor  tolak peluru T20 dengan prestasi gemilang dengan  berhasil merebut medali emas. 

" Alhamdulillah, Atlet kita yang mewakili Indonesia di even Paragames di Thailand berhasil merebut medali emas,  nomor Tolak Peluru T20," ujar Martapen Pelatih Atletik Kuansing saat dihubungi  melalui telepon pribadinya  pada (26/01/2026) siang.

Menurut Martapen, pelatih Atletik Kuansing, berbagai Prestasi gemilang telah di capai Suparniati antara lain, medali emas nomor Tolak peluru pada Porprov Bengkalis  tahun 2014, medali emas tolak peluru pada Porprov Inhu tahun 2017, medali emas nomor tolak peluru pada Porprov Kampar 2020,  dan Medali Emas nomor tolak peluru pada Porprov Kuansing 20223

Kemudian di tingkat pelajar Papernas Riau  2012 nomor  tolak peluru medali  emas , Lempar cakram medali dan lempar lembing medali emas.

Selanjutnya Papernas Jawa barat 2016 nomor  tolak peluru dan lempar cakram medali emas. Papernas Papua 2021 nomor  tolak peluru meraih medali emas.

Papernas Solo 2024  lempar  cakram  meraih meraih  emas.

Selanjutnya ASEAN paragames Malaysia tahun  2017   nomor  tolak peluru memperoleh medali emas.

Asean paragames Indonesia 2022  nomor tolak peluru meraih medali emas. Kemudian Asean paragames di  Camboja  tahun  2023 juga berhasil merebut medali emas pada nomor tolak peluru putri.

Asia paragames Indonesia tahun 2018  kembali berhasil merebut medali emas 


( tolak peluru emas ) pada nomor Tolak peluru, selanjutnya pada tahun 2023 Asia paramgaes hangzo China 2023, berhasil merebut medali perak pada nomor tolak peluru.

Dengan fasilitas latihan yang terbilang sangat terbatas, minimnya anggaran tidak membuat semangat wanita kelahiran Beringin Jaya Sentajo Raya ini patah semangat untuk berlatih. berkat keyakinan, dan fokus dalam berlatih,  anak kampung ini berhasil merebut medali emas mewakili Indonesia pada even Asean Paragames di Thailand.

"Dengan peralatan seadanya bola besi bekas dan lapangan tanah yang becek saat hujan Suparniati  berlatih sendiri. Tangannya sering lecet, tubuhnya pegal, namun ia memilih diam dan kembali melempar. Saat teman-temannya pulang dan beristirahat, Suparniati masih berdiri di tengah lapangan, menatap jauh sambil menggenggam mimpi yang hanya ia sendiri berani percayai," ujar Martapen Pelatih Atletik Kuansing mengenang perjuangan Suparniati saat dia masih duduk di bangku SMP di awal awal pengenalannya di dunia Atletik.

Tak jarang ia harus menahan lapar karena uang saku lebih sering disisihkan untuk membantu orang tua. Ejekan dan keraguan dari sekitar sempat membuatnya goyah, namun satu hal yang selalu ia pegang keinginan untuk mengubah nasib keluarga melalui prestasi telah terpatri di dadanya sehingga semangat untuk berjuang nya tidak kendor.

Hari pertandingan menjadi saksi bisu, di antara atlet-atlet dari Negara lain, Suparniati  melangkah maju mewakili Indonesia dengan seragam merah putih. Saat peluru meluncur dari tangannya dan mendarat jauh di angka 15,20 meter, stadion seketika sunyi lalu bergemuruh. Lemparan itu mengantarkannya meraih medali emas pada even  Asean Paragames yang dilaksanakan di Nakhon Ratchasima (Korat)  Thailand.

Lebih baru Lebih lama