Trending

Kemenag Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Guru dan Siswa Madrasah Terdampak Longsor




Bandung- beritaindonesia24jam.com -, Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi dunia pendidikan keagamaan yang terdampak bencana alam. Menteri Agama Republik Indonesia Kabinet Merah Putih 2024–2029, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., secara langsung menyerahkan bantuan senilai Rp596 juta kepada madrasah, guru, serta keluarga siswa yang terdampak bencana longsor dan banjir di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (1/2/2026).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut dan berdampak serius terhadap sarana pendidikan madrasah, tempat tinggal para guru, serta kehidupan keluarga peserta didik. Kehadiran Menteri Agama di lokasi sekaligus menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis yang jauh melampaui fungsi pendidikan formal. Menurutnya, madrasah juga menjadi pusat pengabdian sosial, penguatan moral, serta ruang pelayanan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama saat terjadi bencana.

“Madrasah ini sangat berjasa. Dalam kondisi darurat pun tetap menjadi bagian dari upaya kemanusiaan. Karena itu, negara wajib memastikan madrasah dan para gurunya dapat bangkit kembali,” ujar Menag dengan penuh empati.

Menag menambahkan, pemulihan madrasah tidak boleh hanya dipahami sebatas perbaikan bangunan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan kesejahteraan guru dan rasa aman keluarga besar madrasah. Ia menilai, guru madrasah merupakan ujung tombak pembinaan generasi yang harus mendapatkan perhatian khusus agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan berkualitas.

Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, Kementerian Agama menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah guru madrasah yang mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor. Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp300 juta, yang diharapkan dapat membantu proses rekonstruksi rumah agar kembali layak huni, aman, dan memberikan kenyamanan bagi para pendidik beserta keluarganya.

Tidak hanya itu, Kemenag juga memberikan bantuan sewa rumah sementara kepada 21 guru madrasah terdampak, dengan total nilai mencapai Rp126 juta. Bantuan ini diberikan sebagai solusi jangka pendek agar para guru tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama proses pemulihan dan perbaikan rumah berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya sejumlah siswa madrasah akibat bencana tersebut. Kementerian Agama menyalurkan santunan kepada keluarga 10 siswa madrasah yang meninggal dunia, dengan total bantuan sebesar Rp160 juta. Santunan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan sekaligus menjadi wujud empati dan kepedulian negara terhadap korban bencana.

“Ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi bentuk kehadiran dan kepedulian kami kepada keluarga yang sedang berduka. Negara tidak boleh abai terhadap penderitaan rakyatnya,” tegas Menag.

Sebagai bagian dari penanganan darurat yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keagamaan, Kemenag juga menyalurkan bantuan pemulasaran jenazah sebesar Rp10 juta. Menag menegaskan bahwa pemulasaran jenazah secara layak dan sesuai syariat merupakan bagian penting dari penghormatan terhadap korban serta tanggung jawab moral dan kemanusiaan bersama.

Lebih lanjut, Menag Nasaruddin Umar memastikan bahwa bantuan yang disalurkan pada hari itu bukanlah langkah terakhir. Ia meminta seluruh jajaran Kementerian Agama, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, untuk terus melakukan pendampingan secara intensif kepada madrasah dan keluarga terdampak.

“Kita minta pendataan lanjutan terus dilakukan agar bantuan berikutnya benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan. Pemulihan ini harus berkelanjutan, tepat sasaran, dan menyentuh langsung masyarakat,” ungkapnya.

Menag juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membantu pemulihan pascabencana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan keagamaan menjadi kunci agar madrasah dapat kembali berdiri kokoh sebagai pusat pendidikan, pembinaan akhlak, dan penguatan sosial di tengah masyarakat.

Dengan langkah ini, Kementerian Agama berharap madrasah di Desa Pasirlangu dan wilayah terdampak lainnya dapat segera pulih, para guru kembali mengajar dengan tenang, serta peserta didik memperoleh kembali hak mereka atas pendidikan yang aman dan bermartabat.

Lebih baru Lebih lama